twitter  
Profil  

Kamis, 24 Juni 2021 | 13:22 wib
Inspirasi Retro Fashion Ali & Ratu Ratu Queens
 

Jika teman She perhatikan karya fashion dari berbagai brand atau desainer yang ada di dunia ini belum ada kebaruan secara nyata. Pengulangan kerap terjadi membawa sejarah seni, mode dan budaya pada era modern dengan pengembangannya. Misal tren fashion tahun 50an kembali diangkat di koleksi musim Spring Summer oleh beberapa brand atau desainer kelas dunia seperti Alexander McQueen, Veronique Leroy, Balenciaga, Vivienne Westwood dan masih banyak lagi. Masing – masing fashion brand atau desainer mengangkat detil – detil yang ada di tren tahun 50an yaitu full circle skirt (poodle skirt), bold uneven horizontal stripes, sweater, motif polka dot, motif kotak – kotak gingham dan lainnya. Kini sejak tahun 2020 hingga 2022 tren fashion bergulir kembali ke gaya retro yaitu jaman tahun 50an sampai 70an. Gaya retro fashion inilah dikembangkan oleh luxury brand dunia seperti Gucci yang menargetkan minat konsumen muda: Generasi Z untuk merasakan kilas balik tren retro fashion melalui koleksi fashion dengan suasana tahun 70an dituangkan di kampanye dan fashion show.

 

 
 
Membahas tentang retro fashion, Fashion Notes baru saja menonton film Ali & Ratu Ratu Queens, film yang sedang diminati masyarakat dirilis oleh Netflix adalah karya sutradara Lucky Kuswandi. Hal yang menarik perhatian Fashion Notes dari film ini tentu saja penataan kostumnya yang mengambil inspirasi gaya retro fashion berlatar belakang musim dingin di kota New York. New York adalah salah satu kota kiblat fashion dunia memiliki multi-cultural memberikan inspirasi budaya beragam. 

 

Kali ini Fashion Notes akan fokus pada kostum para ratu – ratu queens yang disesuaikan dengan karakter mereka masing – masing. Juga inspirasi ini bisa diterapkan di daily wear teman She dengan mengurangi tampilan layering berbahan tebal. Penata kostum film Karin Wijaya memadu padankan kostum sesuai karakter unik keempat aktris senior ini diperankan oleh Nirina Zubir, Happy Salma, Tika Panggabean dan Asri Welas dengan mengusung tema retro, bohemian dan tahun 80an. Tema ini juga terlihat di dekorasi apartemen mereka pada hiasan dinding dan interior untuk menunjang mood para karakter. Nirina Zubir sebagai Party yang ceria, agak tomboy dan bekerja dengan mobilitas tinggi sebagai cleaner menggunakan faded jeans, kemeja kotak – kotak, tahun 80an the booble hat atau poms knitted hat bermotif paisley, kaos kaki panjang juga bermotif paisley. Lalu Happy Salma sebagai Chinta yang suka bermeditasi, percaya akan chakra, fengshui berpenampilan feminine bohemian look fokus pada layering floral long dress dengan floral long skirt ditambahkan mantel berbulu ala tahun 50an. Berikutnya Tika Panggabean sebagai Ajeng (Ance) yang adalah ibu tunggal berpenampilan androgini dengan dominasi warna hitam dan kombinasi merah juga penggunaan material kulit di pakaian – pakaiannya. Kemudian Asri Welas sebagai Biyah dikenal dengan dandanan cukup menor dan penuh warna terang ditambah beberapa detil, siluet tahun 70an seperti celana semi bell-bottom, layering vest, vest berkerah bulu – bulu. Sedangkan untuk peran Ibu Ali dimainkan oleh Marissa Anita sebagai Mia dimana sebelum keberangkatannya ke New York sempat berpakaian ala 70an dengan hoop earring, bohemian look dress atau atasan dan bawahan rok. Namun setelah berada di New York Mia berdandan ala urban New Yorker yang lebih banyak menggunakan warna basic seperti hitam, off white bersiluet klasik. 

 

 

Teman She bisa menambahkan detil retro fashion untuk daily wear inspirasi dari para karakter ratu – ratu queens dengan bermain layering dress selutut bersama celana legging jeans (jegging) yang ringan dikombinasikan neck scarf/kalung/gelang/ban pinggang. Selain itu terdapat pilihan lain seperti dress panjang bermotif garis – garis horizontal dengan warna hitam dan putih atau warna retro dipadu padankan bersama jaket corduroy atau jeans. Alternatif lainnya adalah faded skinny/ semi flared/ bell-bottom jeans dengan sweater tipis bermotif garis seperti yang dipakai oleh Eva diperankan oleh Aurora Ribero. 

 

 

 

 

Tentang Janet Teowarang:
Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia di sektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol. 

Referensi Photo dokumentasi Palari Films dan Netflix. 
1. http://fashionmakestrends.com/how-to-create-a-perfect-boho-chic-look/
2. https://suzannecarillo.com/layering-your-boho-style/
3. http://fashiontasty.com/casual-striped-dresses/
4. https://www.railsclothing.com/products/delia-calgary-stripe


Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.